| Penulis | : Herliana |
| Kategori | : Mahasiswa |
| Program Studi | : S1 FARMASI |
| Tanggal Publikasi | : 28 Jan 2026 |
Abstrak
Pewarna pipi merupakan sediaan kosmetik yang digunakan untuk mewarnai pipi, sehingga pipi tampak lebih cerah/cantik dan segar. Saat ini pewarna pipi yang beredar di pasaran masih banyak menggunakan pewarna sintetis, sering menimbulkan gangguan kesehatan kulit seperti alergi, iritasi, dan kekeringan pada kulit. Secara tradisional bawang dayak (Eleutherine palmifolia (L.) Merr.) merupakan tanaman yang memiliki umbi berwarna merah terang, dan secara empiris digunakan sebagai bahan pewarna makanan, antiinflamasi dan menghentikan pendarahan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kandungan senyawa metabolit sekunder dari umbi bawang dayak segar dan sari air nya dan digunakan sebagai bahan pewarna pada formulasi sediaan pewarna pipi bentuk padat dengan berbagai konsentrasi. Penentuan kandungan senyawa metabolit sekunder dilakukan dengan cara skrining fitokimia meliputi alkaloid, flavonoid, saponin, tanin, triterpenoid/steroid dan glikosida. Formulasi pewarna pipi dibuat dengan kandungan sari air umbi bawang dayak konsentrasi 10%, 20% dan 30%. Evaluasi sediaan pewarna pipi meliputi uji organoleptis, uji poles, uji homogenitas, uji pH, uji keretakan, uji stabilitas, uji iritasi, uji kesukaan, uji perubahan kadar air dan uji perubahan kadar minyak terhadap kulit sukarelawan. Hasil skrining fitokimia memberikan hasil positif terhadap alkaloid, flavonoid, saponin, tanin, triterpenoid/steroid dan glikosida. Sari air umbi bawang dayak dapat diformulasikan ke dalam sediaan pewarna pipi mempunyai warna dan aroma yang khas. Sediaan pewarna pipi yang paling baik memberi bentuk, warna, dan aroma disukai panelis konsentrasi 20%.
Kata kunci: Bawang dayak, pewarna pipi, skrining fitokimia