| Penulis | : Rizky Ananda |
| Kategori | : Mahasiswa |
| Program Studi | : S1 FARMASI |
| Tanggal Publikasi | : 13 Feb 2026 |
Abstrak
Luka adalah kerusakan pada kulit disertai hilangnya kontinuitas jaringan epitel dengan atau tanpa adanya kerusakan pada jaringan lainnya seperti otot, tulang dan nervus. Scaffold dengan struktur berpori penting dalam memanipulasi fungsi sel dan mendukung pembentukan organ baru. Kriteria desain scaffold untuk rekayasa jaringan harus memenuhi beberapa hal, di antaranya yaitu permukaan harus dapat menjadi tempat adhesi sel, merangsang pertumbuhan sel, dan menjadi retensi sel yang telah berdiferensiasi. Tujuan penelitian ini kitosan telah mampu memacu proliferasi sel, meningkatkan kolagenisasi, dan mengakselerasi regenerasi sel (reepitelisasi) pada kulit yang terluka. Kolagen diketahui sebagai material yang paling menjanjikan dan telah ditemukan pada berbagai aplikasi dalam rekayasa jaringan karena memiliki sifat biokompatibilitas yang baik, biodegrable, dan antigenitas yang rendah.
Metode pada penelitian ini pembuatan scaffold dilakukan dengan menggunakan kitosan dan kolagen dengan penambahan gliserol dan ditambahkan ekstrak daun toppaspara konsentrasi 1%, 2%, 3%. Dan hasilnya diuji mutu karakteristik scaffold meliputi uji sem, uji tarik, ujii sitotoksitas. Selanjutnya diuji terhadap penyembuhan luka buatan pada kulit tikus.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun toppaspara dapat diformulasikan menjadi sediaan scaffold kolagen-kitosan penambahan gliserol, mempunyai karakteristik mutu fisik uji SEM, uji tarik, uji sitotoksitas, uji degradasi dan uji ketebalan yang baik. Dan dapat menyembuhkan luka buatan pada tikus adalah pada hari ke-19 tidak terdapat perbedaan yang signifikan perentase penyembuhan luka pada kelompok yang diberikan salep Binasol, dengan EEDTp 2% dan EEDTp 3%, dan antara yang diberikan EEDTp 2% dan EEDTp 3%.
Kata kunci : Kitosan, kolagen, luka, scaffold, ekstrak daun toppaspara