| Penulis | : Alicia Ayi |
| Kategori | : Mahasiswa |
| Program Studi | : S1 FARMASI |
| Tanggal Publikasi | : 13 Feb 2026 |
Abstrak
Jamu merupakan obat tradisional yang digunakan turun – temurun dengan bahan yang belum terstandart. Jamu juga memiliki manfaat untuk menjaga kesehatan tubuh, pencegahan penyakit dan pengobatan penyakit serta menjaga kebugaran tubuh dan kecantikan. Jamu memiliki dua macam bentuk yaitu jamu gendong dan jamu kemasan. Hygienenitas jamu harus diperhatikan dalam proses pembuatannya. Hal ini dikarenakan jamu sangat mudah terkontaminasi oleh bakteri misalnya bakteri Coliform, yang merupakan indikator cemaran bakteri secara umum. Salah satu cara pengujian untuk membuktikan jamu tersebut tercemar oleh bakteri Coliform adalah dengan metode MPN. Berdasarkan hal ini penulis melakukan penelitian tentang uji MPN Coliform dari sampel jamu gendong dan jamu kemasan yang beredar di daerah kelurahan Sudirejo Medan dengan tujuan untuk mengetahui terdapatnya cemaran Coliform di dalam sampel. Sampel jamu diambil secara metode acak sederhana dengan 2 jenis sampel, yaitu 4 jamu gendong dan 2 jamu kemasan yang berada di daerah kelurahan Sudirejo Medan. Pengujian cemaran bakteri Coliform dilakukan dengan metode Most Probable Number (MPN), dengan menggunakan seri tabung 3:3:3 menggunakan media Lactose Broth (LB) untuk uji penduga, dilanjutkan dengan uji penegasan menggunakan media Brilliant Green Lactose Broth (BGLB), dan uji lengkap menggunakan media Eosin Methylen Blue Agar (EMBA), selanjutnya dilakukan pewarnaan Gram dan mengamati koloni dibawah mikroskop. Hasil penelitian menunjukkan seluruh sampel jamu gendong yang terdapat di daerah kelurahan Sudirejo Medan terkontaminasi dengan bakteri Coliform. Terdapat perbedaan hasil dari kedua sampel jamu kemasan, yaitu jamu kemasan (K3) terkontaminasi oleh bakteri Coliform, sedangkan jamu kemasan (K6) tidak terkontaminai bakteri Coliform.
Kata kunci : Coliform, Jamu, Most Probable Number (MPN)